LAPORAN HASIL WAWANCARA TENTANG

BIMBINGAN KONSELING

A. Tujuan Wawancara

Tujuan wawancara yang dilakukan di SMP N 1 Sidoharjo ini adalah untuk mengetahui:

1.      struktur pengelolaan BK di SMP ini,

2.      fungsi dari BK sudah terpenuhi atau belum,

3.      jenis masalah yang dihadapi siswa da pemecahannya, dan

4.      upaya guru BK agar tidak menjadi Bimbingan Konseling ini ditakuti siswa.

B. Tempat dan Waktu Wawancara

SMP Negeri 1 Sidoharjo yang beralamatkan di Jalan Sidoharjo-Girimarto km 1, Sidoharjo, Wonogiri, Telepon (0273) 331158 Kode Pos 57682. Sekolah ini adalah rintisan sekolah standar nasional (RSSN) yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Umumnya seperti sekolah lainnya, sekolah ini memiliki ruang Bimbingan Penyuluhan yang terletak di dekat pintu masuk utama sekolah. Dalam ruangan tersebut terdapat beberapa meja dan kursi, buku-buku, dan data-data yang terpasang di dinding ruang BP.

Metode yang digunakan adalah metode wawancara untuk menggali informasi kepada narasumber yang terkait dengan Bimbingan dan Konseling pada SMP tersebut.

Wawancara dilakukan di SMP N 1 Sidoharjo, pada Sabtu, 15 Mei 2010 dengan narasumber guru bimbingan dan konseling, Kasmo, S. Pd.

C. Hasil Wawancara

Untuk menggambarkan secara jelas Bimbingan dan Konseling yang ada di SMP Negeri 1 Sidoharjo ini, diperlukan beberapa data yang dapat diungkapkan dalam hasil wawancara berikut:

  • Apakah Bimbingan dan Konseling sudah memenuhi fungsi sebagaimana mestinya yang ada pada SMP ini?

Jawab:

Bimbingan dan Konseling di SMP ini sudah memenuhi fungsi sebagaimana mestinya, karena BK di SMP ini sudah menerapkan kelima fungsi BK. Yaitu, fungsi pemahaman yang mencoba mendekati siswa dan mengidentifikasi permasalahan pada siswa. Fungsi pencegahan, dengan memberikan jam khusus untuk mata pelajaran bimbingan dan konseling, juga memberikan pengertian pada guru mata pelajaran untuk memahami kondisi siswa. Fungsi pengentasan, dengan memecahkan masalah yang dialami siswa. Fungsi pemeliharaan, memberikan perhatian kpada semua siswa secara merata. Serta fungsi pengembangan, dengan menanamkan nilai-nilai yang baik kepada siswa, dan mengapresiasi siswa yang tidak melanggar aturan sekolah.

Guru BK juga menentukan nilai kepribadian siswa yang berada di rapor. Selain nilai akademik, nilai kepribadian siswa sangat perpengaruh pada kenaikan kelas pada siswa. Sehingga guru BK dan wali kelas berpengaruh penting dalam kenaikan siswa yang ada pada SMP Negeri 1 Sidoharjo ini.

  • Apakah terdapat jam pelajaran khusus yang digunakan untuk penyuluhan Bimbingan dan Konseling ini?

Jawab:

Tiap-tiap tingkatan kelas memiliki waktu satu jam pelajaran (40 menit) yang dikhususkan untuk mata pelajaran Bimbingan dan Konseling. Hal ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada siswa. Memberikan pengertian kepada siswa peran BK yang seharusnya. Memupuk Hal tersebut dibuktikan dengan adanya LKS (Lembar Kerja Sosial) Bimbingan dan Konseling yang berisikan materi dan lembar kerja. Materi tersebut berupa bimbingan pribadi untuk pengenalan diri sendiri dan bimbingan sosial berupa interaksi dengan teman, guru, masyarakat, serta lingkungan sekitar siswa.

  • Jenis masalah apa yang dihadapi siswa, dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawab:

Jenis masalah yang sering dihadapi siswa adalah kenakalan yang dapat mengakibatkan banyak pelanggaran. Seperti, membolos, terlambat, melakukan pelanggaran pada aturan sekolah, dan sebagainya. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan penyuluhan dan perhatian kepada siswa tersebut. Karena sejatinya, anak tersebut berbuat nakal karena ingin diperhatikan orang lain. Di usianya yang masih labil, mereka mencoba untuk mengungkap jati diri dan identitas dirinya kepada orang lain. Untuk itu, perlu adanya perhatian lebih untuk siswa yang seperti itu.

  • Apakah faktor dari permasalahan tersebut?

Jawab:

Faktor dari munculnya kenakalan tersebut disebabkan karena orang tua dari anak tersebut merantau ke luar kota. Hal itu menyebabkan pergaulan anak tidak diawasi di rumah. Sehingga kebiasaan-kebiasaan buruk akan dibawa sampai pada sekolah. Cara menanggulanginnya adalah dengan melakukan home visit (kunjungan ke rumah) untuk meninjau keadaan rumah. Seperti mencari tahu tentang kebiasaan anak di rumah, latar belakang keluarga, tingkat pendidikan keluarga, social ekonomi keluarga, dan sebagainya.

  • Adakah data kesiswaan yang memiliki pelanggaran, kelulusan, data keluar masuk siswa pada Bimbingan dan Konseling ini?

Jawab:

Ada data tentang hasil pelanggaran, kelulusan, data input siswa. Akan tetapi tidak sedang dibawa oleh koordintor BK, sehingga tidak dapat ditunjukkan. Sebagian data juga terdapat pada data di dinding kantor BK.

  • Upaya apa yang dilakukan BK agar tidak ditakuti siswa?

Jawab:

Ruangan BK atau guru BK msih sangat ditakuti siswa. Karena cap sebagai polisi sekolah masih melekat pada BK. Hal tersebut berakibat kepada kurangnya minat siswa secara suka rel mendatangi BK untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi siswa. Untuk itu perlu adanya upaya agar siswa tidak takut untuk mengadukan masalahnya pada BK. Upaya yang dilakukan oleh BK agar tidak ditakuti oleh siswa adalah dengan memberikan pengertian, seperti memanfaatkan waktu pada mata pelajaran BK. Memberikan simpatik kepada siswa, komunikasi, berinteraksi dengan siswa, dan menyapanya disetiap kesempatan.

Selain hal tersebut, agar BK tidak mendapatkan lagi predikat polisi sekolah, guru mata pelajaran hendaknya memahami kondisi siswa yang bermasalah. Ada beberapa upaya yang dilakukan pihak pendidikan untuk memberikan penyuluhan kepada guru mata pelajaran. Seperti program minor Bimbingan dan Konsling yang bertujuan agar guru mata pelajaran mampu mengatasi permasalahan siswa. Sehingga, guru mata pelajaran tidak langsung menyerahkan anak bermasalah tersebut kepada guru BK. Ini akan membuat dampak pemudaran image BK sebagai polisi sekolah.

  • Bagaimanakah stuktur bimbingan dan konseling yang ada di SMP Negeri 1 Sidoharjo ini?

Jawab:

STRUKTUR BP SMP NEGERI 1 SIDOHARJO

D. Saran

Dari hasil wawancara di atas dapat penyusun menyarankan bahwa,

1.      bimbingan konseling bagi siswa sangat diperlukan, untuk itu selain guru BK, guru mata pelajaran juga mampu melaksanakan dan memahami pentingnya kegiatan bimbingan dan konseling,

2.      peran guru BK juga tidak hanya sekedar memberikan penyuluhan, tetapi juga mendekati siswa untuk mengungkap masalah yang dihadapinya,

3.      BK tidak hanya dijadikan sebagai tempat pemecahan masalah, tetapi juga sebagai tempat pengembangan potensi yang dimiliki oleh siswa, dan

4.      penggiatan upaya untuk menjadikan BK bukan polisi sekolah diperlukan bagi perkembagan siswa.