Apa yang dimaksud dengan dialek, sosiolek, fungsiolek, dan kronolek?
Jawab:
 Dialek: yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya
relatif, yang berada di suatu tempat atau area tertentu. Bidang studi
yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi.
Ragam dialek berhubungan dengan daerah ternpat penutur didaerah
tertentu. Misalnya bahasa Jawa mempunyai banyak dialek diantaranya
dialek Banyumas, dialek Yogyakarta, dialek Surabaya.
 Sosiolek: variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan dan
kelas sosial para penuturnya. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang
menyangkut semua masalah pribadi penuturnya, seperti usia,
pendidikan, keadaan sosial ekonomi, pekerjaan, seks, dsb. Sehubungan
dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat, golongan,
status, dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem.
 Fungsiolek: adalah variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya,
pemakainya atau fungsinya. Fungsiolek disebut juga ragam atau
register. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang
penggunaan, gaya, atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan.
Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut
bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya,
bidang sastra, jurnalistik, pertanian, militer, pelayaran, pendidikan, dan
sebagainya.
 Kronolek: dialek temporal, yaitu ragam bahasa yang berhubungan
dengan perubahan bahasa dalam berlalunya waktu. Bahasa yang
digunakan dari waktu kewaktu tidak mesti sama, terkadang ada
pergeseran atau perubahan penggulaan bahasa. Sebagai contoh, variasi
bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan, lima puluhan, ataupun
saat ini. lebih lengkap klik disini.